1. HOME
  2. INFO TABANAN

HUT Kota Tabanan ke-525, Kontribusi Sektor Pariwisata Tabanan Alami Peningkatan

Pentingnya kontribusi sektor pariwisata itu, maka pengembangan sektor pariwisata dilakukan dengan menggali dan mengelola potensi pariwisata.

Bupati Eka . ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Jum'at, 30 November 2018 06:10

Merdeka.com, Tabanan - Di tahun 2018 ini, Tabanan telah memasuki usia ke-525 Tahun. Kabupaten Tabanan memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan. Kehidupan sosial, budaya, dan kesenian yang khas juga turut mendukung untuk menjadi potensi pengembangan setor kepariwisataan di Kabupaten Tabanan.

Sektor pariwisata ini merupakan salah satu sektor potensial yang diandalkan bagi penerimaan pendapatan daerah Kabupaten Tabanan. Tercatat dari tahun 2016 s/d 2017 kontribusi sektor pariwisata Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan sebesar 2,8 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tabanan. Jika pada tahun 2016 berkontribusi sebesar Rp. 317,912 miliar atau 21,99 persen, maka pada tahun 2017 mampu ditingkatkan menjadi Rp. 408,987 miliar atau 24,79 persen.


Adapun kontibribusi sektor pariwisata tersebut bersumber dari pengelolaan pajak hotel, restaurant dan hiburan serta retribusi pengelolaan objek wisata di antaranya (DTW Tanah Lot, DTW Ulun Danu, DTW Alas Kedaton, DTW Jatiluwih, Objek Wisata Kebun Raya Bedugul dan Musium Subak) yang menjadi andalan daya tarik wisata di Kabupaten Tabanan.

Pentingnya kontribusi sektor pariwisata tersebut, maka pengembangan sektor pariwisata dilakukan dengan menggali dan mengelola potensi pariwisata.

Peningkatan kualitas dan kuantitas obyek-obyek kepariwisataan yang sudah ada maupun yang baru di Kabupaten Tabanan dilakukan untuk mendukung hal tersebut. Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui program Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Program Pengembangan Desa wisata/agrowisata dengan serangkain kegiatan yaitu melalui Pembangunan Pusat Informasi Pariwisata atau Tourism Information Center (TIC) yang dibangun di DTW Tanah Lot, Penataan DTW Bedugul memalui Pembanguan Area Parkir, Toilet Bersekala Internasional, dan Pembangunan Kios Oleh-Oleh, Penyelengaraan Festival Pariwisata, Pelatihan SDM Pariwisata dan Pengembangan Desa Wisata sebagai upaya mengembangkan objek daya tarik wisata baru di Kabupaten Tabanan.


Budaya

Selain pariwisata Kabupaten Tabanan memiliki program pelestarian adat dan budaya yang telah membantu Desa Pekraman sebanyak 348 desa Pakraman sebesar 5 juta rupiah per desa Pakraman. Sedangkan untuk Subak dan Subak abian dengan jumlah 399 subak yang terdiri dari subak sebanyak 228 dan subak abian 171.Dengan diberikan bantuan BKK kabupaten Tabanan masing- masing subak sebesar 5 Juta, per subak.

Bidang Infrastruktur

Kemudian dibidang pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tabanan, khususnya peningkatan jalan merupakan hal yang sangat vital dalam rangka menggerakkan roda perekonomian guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Gerak roda ekonomi Kabupaten Tabanan berbasis pada potensi dari Kabupaten Tabanan. Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Tabanan adalah bidang pertanian dan pariwisata.

Sebagian besar wilayah kabupaten Tabanan merupakan hamparan sawah yang dikelilingi perkebunan rakyat yang memerlukan jaringan jalan yang handal untuk melancarkan trnsportasi baik dalam melancarkan distribusi barang untuk proses produksi maupun pemasaran hasil-hasil produksi pertanian dan industri kecil masyarakat.Selain itu kondisi alam persawahan yang indah dan adanya obyek-obyek wisata menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai daerah tujuan wisata yang sudah tentu juga membutuhkan jaringan jalan yang handal untuk mendukungnya.

Pada periode sebelumnya penanganan jalan kabupaten banyak menggunakan konstruksi perkerasan lapis penetrasi makadam. Penanganan dengan konstruksi tersebut dipandang banyak kelemahan terutama karena faktor cuaca (hujan) dimana jalan yang baru selesai ditangani cepat mengalami kerusakan.

Dalam implementasinya di lapangan konstruksi ini sudah banyak menyimpang dari spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, mulai dari spesifikasi materialnya, kelayakan pemakaian peralatan, keahlian pekerja yang disiapkan sampai metode pelaksanaannya, sehingga sering terjadi keluhan pemakai jalan atas tingkat kenyamanan yang diberikan dan mengalami kerusakan sebelum umur rencana konstruksi tercapai.

Di pemerintahan sekarang konstruksi lapis makadam perlahan-lahan sudah diganti dengan jenis konstruksi yang lebih baik yaitu konstruksi perkerasan jalan aspal beton atau Hot Mix (AC). Kendatipun biaya investasi awal lebih besar namun di lain pihak biaya pemeliharaan rutin dan periodiknya jauh lebih ekonomis.

Untuk maksud tersebut diatas penanganan jalan kabupaten yang lebih ekonomis, efisien dan efektif sehingga keluaran yang diharapkan "jalan mantap setiap saat tersedia, nyaman dilalui, tidak cepat rusak dan lebih ekonomis" bisa diwujudkan.

Kondisi jalan kabupaten dari tahun 2016 sampai Bulan November tahun 2018 mengalami kenaikan dalam tingkat pelayanan, baik kondisi struktur jalan maupun perfoma jalan yang sangat mendukung kenyamanan pengguna jalan. Dibawah ini tabel kondisi jalan kabupaten dari tahun ke tahun.


Pelayanan Umum

Tabanan sebagai salah satu daerah dalam kawasan metropolitan SARBAGITA mengalami perkembangan yang begitu pesat. Apabila dahulu Tabanan hanya sebagai kota Satelit dan kota tidur yang hanya bersifat penunjang, maka saat ini perkembangan Tabanan sudah ke arah pertumbuhan yang memiliki Central Business District (CBD) sendiri yang tumbuh dengan pesat.

Hal ini tentunya memerlukan kerja keras yang lebih besar untuk menata Tabanan terutama di wilayah CBD. Namun perkembangan daerah yang sangat pesat ini kurang didukung oleh pembangunan infrastuktur di bidang transportasi terutama pelayanan angkutan umum.

Sehingga pelayanan angkutan umum yang merupakan pelayanan utama kinerjanya rendah baik dari sisi aksesibilitas maupun jaminan pelayanan. Di lain pihak tidak adanya pilihan angkutan umum bagi masyarakat menyebabkan masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi termasuk anak sekolah yang dalam segi umur belum diperbolehkan mengemudikan kendaraan.

Desakan akibat tingginya kecelakaan yang melibatkan siswa yang belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, angkutan umum yang mati suri, kemacetan dan terbatasnya lahan parkir mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan menjalankan program angkutan siswa yang melayani siswa SMP Negeri di Kota Tabanan yaitu SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Tabanan.

Program angkutan sekolah atau angkutan siswa di Tabanan diberi Nama Angkutan Siswa Trans SERASI. Program ini sudah dilaksanakan mulai bulan Oktober tahun 2014. Tingginya minat siswa untuk menggunakan Trans SERASI pada tahun 2014 terlihat dengan tingginya Load Factor diatas 100 persen sehingga program ini dilanjutkan kembali pada tahun berikutnya dengan penambahan armada dari 57 kendaraan menjadi 70 kendaraan pada tahun 2015 dan rencananya menjadi 80 armada pada tahun 2016.

Operasional angkutan kota untuk siswa atau angkutan siswa merupakan bagian dari sistem terpadu angkutan umum yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan bersama pihak terkait dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Ke depan angkutan umum di Tabanan akan menjadi salah satu pelayanan utama Pemerintah kepada masyarakat dengan sistem subsidi untuk memenuhi kebutuhan angkutan yang selamat, aman, nyaman dan terjangkau. Sebagaimana telah disepakati dalam MoU antara Pemerintah Daerah di kawasan SARBAGITA bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk menciptakan sistem angkutan umum terpadu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengatasi segala permasalahan transportasi atau lalu lintas yang terjadi.

Angkutan siswa juga merupakan cikal bakal dan usaha Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk mempertahankan dan kalau mungkin membangkitkan angkutan kota Tabanan yang "Mati Suri". Dikatakan mati suri karena tidak ada lagi kegairahan dirasakan oleh awak dan pengusahan angkutan kota Tabanan. Tidak adanya penumpang bahkan menyebabkan beberapa trayek menghilang dari peredaran.

Angkutan siswa telah dimulai uji cobanya dari hari Kamis tanggal 3 April 2014. Dari tahap pertama angkutan siswa direncakanan melayani kebutuhan perjalanan siswa untuk 3 sekolah.

Tingginya kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas oleh siswa, kondisi angkutan umum yang tidak memadai dan kemacetan yang ditimbulkan karena siswa banyak yang mengendarai sepeda motor, membuat Pemerintah Kabupaten Tabanan membuat terobosan dengan meluncurkan Program Trans Serasi pada tahun 2014.

Program Trans Serasi merupakan angkutan pedesaan yang disulap menjadi angkutan terpadu.Angkutan ini bertugas untuk mengantar siswa yang ada di Tabanan secara gratis dan tahun 2018 (berjalan) telah mengangkut atau melayani 18.932 siswa per harinya.Dengan adanya angkutan siswa dan pembinaan dari Kepolisian serta sekolah, maka penggunaan kendaraan pribadi terutama sepeda motor oleh siswa yang belum memiliki SIM telah jauh berkurang. Pelanggaran akibat siswa yang tidak menggunakan helm saat diantar dengan sepeda motor oleh orang tua juga berkurang karena menggunakan angkutan siswa.

Dengan menggunakan angkutan siswa yang standar pelayanan terutama keselamatannya diawasi, maka siswa yang menggunakan angkutas ini akan lebih terjamin keselamatannya karena tidak lagi menggunakan sepeda motor. Di wilayah pelayanan angkutan siswa trans serasi anak usia sekolah yang terlibat kecelakaan semakin menurun dari tahun ke tahun. Dengan adanya program ini tingkat kecelakaan siswa menurun.

Armada angkutan yang digunakan pun dari tahun ke tahun terus meningkat.
- Tahun 2014 : 57 armada angkutan kota (MPU).
- Tahun 2015 : 70 armada angkutan kota (MPU).
- Tahun 2016 : 80 armada angkutan kota, 3 bus sedang, 4 bus kecil.
- Tahun 2017 : 80 armada angkutan kota (MPU), 60 bus kecil, 3 bus sedang.
- Tahun 2018 : 80 armada angkutan kota (MPU), 63 bus kecil dan 3 bus sedang.

Bidang Birokrasi Pemerintahan

Bidang Birokrasi pemerintahan, saat ini sedang dilakukan pengembangan e-government untuk mewujudkan Tabanan Smart City dan Save City, untuk mendukung hal tersebut saat ini telah terbangun beberapa aplikasi antara lain, aplikasi perijinan online, aplikasi SPSE, aplikasi data pengadaan, aplikasi BPHTB, aplikasi Ijin PHR, aplikasi KIR online, aplikasi Kepegawaian, aplikasi Sisdaru, aplikasi platform smartgov, aplikasi JDIH, aplikasi e-musrembang, aplikasi e-planning, aplikasi open data, aplikasi persuratan, aplikasi sim keuangandaerah, aplikasi e-umkm, aplikasi e-sakip.

Pelayanan KTP-EL

Sampai bulan September ini, dari penduduk wajib KTP-el yang jumlahnya 366.031 jiwa telah memiliki KTP-el sejumlah 245.476 jiwa. Jadi penduduk kabupaten Tabanan yang terlayani mencapai 67 persen .Untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan saat inijuga telah didukung dengan teknologi informasi seperti pengurusan dokumen kependudukan menggunakan Whats App dan adanya aplikasi D’PAON yang sedang dikembangkan.

(ES/ES)
  1. HUT Kota Tabanan
KOMENTAR ANDA