1. HOME
  2. INFO TABANAN

Tari Kolosal Sutasoma Wijaya meriahkan Upacara Penurunan Bendera di Tabanan

Tarian kolosal Sutasoma Wijaya tersebut mengisahkan bersatunya perbedaan yang menjadi cikal bakal lahirnya Bhineka Tunggal Ika.

Resepsi usai Upacara Penurunan Bendera. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Jum'at, 18 Agustus 2017 18:15

Merdeka.com, Tabanan - Upacara penurunan Bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Tabanan berlangsung dengan khidmat, Kamis (17/8) di Lapangan Alit Saputra Tabanan. Sama seperti upacara detik detik proklamasi kemerdekaan RI, upacara penurunan bendera kali ini pun berjalan lancar. Yang menarik, sebelum upacara dimulai, para undangan dan peserta upacara disuguhkan sebuah Tarian Kolosal berjudul 'Sutasoma Wijaya' yang dibawakan oleh Sanggar Jineng SMA Negeri 1 Tabanan.

Bertindak sebagai pembina upacara Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Seluruh OPD Tabanan, Anggota DPRD Tabanan, Unsur Muspida.

Tarian kolosal Sutasoma Wijaya tersebut mengisahkan bersatunya perbedaan yang menjadi cikal bakal lahirnya semboyan 'Bhineka Tunggal Ika'. Tarian ini mendapatkan apresiasi hangat dan meriah dari para undangan dan peserta upacara penurunan bendera di Tabanan.

Setelah upacara penurunan bendera, acara dilanjutkan dengan resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang berlangsung di Lapangan Tenis Alit Saputra Tabanan.

Bupati Eka dalam sambutannya mengatakan acara malam resepsi ini mengandung makna dan esensi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga perjuangan pergerakan para pendiri bangsa (The Founding Father) di dalam penjajahan dan kolonialisme dapat mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

"Semangat perjuangan dan semangat kemerdekaan itulah yang harus selalu menjadi faktor pendorong utama di dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, melalui serangkaian tugas dan kewajiban kita sebagai anak bangsa yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya.

Dikatakannya tema peringatan HUT RI ke 72 tahun 2017 adalah 'Indonesia Kerja Bersama'. Makna dari tema ini adalah representasi dari semangat gotong royong yang menjadi akar kebudayaan bangsa Indonesia.

"Ini merupakan perwujudan dari harmoni kebersamaan yang telah menjadi perekat sosial paling efektif tanpa memandang suku, agama, ras, dan agama untuk mencapai cita-cita pembangunan yakni kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten Tabanan yang telah ikut ambil bagian dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI Ke-72 di Tabanan.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan mengucapkan terima kasih kepada para veteran, pimpinan dan seluruh anggota DPRD kabupaten Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Seluruh jajaran perangkat daerah Pemkab Tabanan, Paskibraka dan semua pihak. Semoga kebersamaan yang telah terbangun dengan baik ini dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan masyarakat Tabanan yang Sejahtera Aman dan Berprestasi," kata Bupati Eka.

Sebelum acara dimulai Bupati Eka menyempatkan diri untuk meninjau pameran lomba fotografi Festival Tanah Lot. Tak lupa Bupati Eka memberikan apresiasinya atas hasil karya para peserta yang sangat baik.

Resepsi pada hari itu juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan seperti tari-tarian dan musik. Bupati Eka juga menyerahkan bingkisan kepada para veteran serta hadiah kepada pemenang lomba foto dan video Festival Tanah Lot. Acara resepsi HUT RI diakhiri dengan foto bersama.

(NS/MT)
  1. HUT Kemerdekaan RI ke-72
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata