1. HOME
  2. INFO TABANAN

Di Samsaman Bupati Eka Ngayah Nari Rejang Renteng

"Tiang merasa sangat bangga sekali, baru datang Saya sudah dipakaikan selendang merah dan diajak Ngayah," kata Eka.

Bupati Eka nari Rejang Renteng. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Sabtu, 31 Maret 2018 10:22

Merdeka.com, Tabanan - Dengan gerak gemulai, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti 'Ngayah Nari Rejang Renteng' di Pura Puseh lan Desa, Desa Pekraman (DP) Samsaman, Desa Kukuh, Kerambitan, Jumat (30/03) kemarin.

Selain gerakannya yang nan gemulai, Bupati yang akrab disapa Eka tersebut juga menari penuh dengan kebahagian bersama puluhan Ibu-ibu pengayah setempat. Begitupun dengan para ibu-ibu, sangat bahagia dan merasa sangat bangga karena baru pertama-kalinya menari ditemani orang nomer satu di Tabanan. Terlihat seakan tak yang mampu menghalangi kegembiraan di wajah para ibu-ibu setempat.

Kehadiran Bupati Eka ke Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman dalam rangka memenuhi undangan masyarakat, sebagai penyaksi (menyaksikan) digelarnya Upacara Dewa Yadnya, Yaitu Ngenteg Linggih di Pura Puseh lan Desa DP. Samsaman, Kukuh, Kerambitan. Yang Puncaknya akan digrelar pada rahina Tumpek Landep, Sasih Kadasa, Sabtu (31/03) mendatang.

"Tiang merasa sangat bangga sekali, baru datang Saya sudah dipakaikan selendang merah dan diajak Ngayah menari Rejang Renteng, ibu-ibu di sini sangat semangat sekali. Astungkara tanpa latihan Saya bisa mengikuti gerakannya meski dengan formasi yang berbeda, tepuk tangan kepada penari semua atas semangatnya," ucap Bupati Eka sehabis Nari Rejang Renteng.

Dirinya juga menegaskan, Tarian Rejang Renteng saat ini merupakan kesenian yang sangat populer di kalangan Ibu-Ibu. sehingga di kesempatan yang akan datang dirinya berniat untuk menggelar Kesenian Tari Rejang Renteng Masal yang melibatkan ibu-ibu di setiap desa yang ada di Kabupaten Tabanan.

"Nanti kita akan buat masal, tapi nanti namanya kita akan buat beda sedikit dan lebih special, yaitu Rejang Renteng Serasi. Dan atributnya bukan kuning, kayak hijau nanti karena di pinggir pantai. Dan personelnya akan mencapai 7000 lebih ibu-ibu," tegas Eka.

Dari 7000-an ibu-ibu tersebut nantinya di setiap desa diharapkan bisa menurunkan personel sekitar 50 orang. Dan ini akan bisa mencapai rekor muri, karena belum ada yang menggelar Tari Rejang Renteng Masal. Dan hal itu akan bisa menjadi sebuah kebanggan bagi Tabanan. "Apalagi hal seperti itu merupakan ajang pelestarian adat, seni dan budaya Bali," kata Bupati Eka.

Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas persatuan mewujudkan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Samsaman. Dari Pura hingga Balai Banjar dipuji Bupati Eka. Hal ini mencerminkan masyarakat Samsaman sangat bersatu dan saling bekerja-sama.

"Kelihatan ida dane iriki sami mesikian, cumpu, tidak pernah tengok kiri dan kanan. Dan Tiang yakin, ke depan DP. Samsamin ini bisa tiang ajak membangun ring Tabanan. Sampunan pecah belah, terus bersatu. Karena sekali pecah maka meweh malih menyatukan. Kalau sudah bersatu, apapun program ke depan pasti terlaksana," ujar Bupati Eka.

Bupati juga berharap, baik pembangunan di Tabanan maupun di Desa Pekraman dan Desa Dinas agar bisa dikomunikasikan dengan baik serta dikoordinasikan. Apapun masalahnya harus disampaikan dalam forum, sehingga Pemerintah bisa tahu apa yang menjadi kendala di masyarakat.

"Ada Kepala Desa, ada Wakil Rakyat, Bendesa Adat, komunikasikan dengan semua. Sehingga tidak ada yang namanya Desa tertinggal di Tabanan, dan ini sangatlah penting," ujar Srikandi asal Tegeh, Angseri ini.

Dalam acara tersebut juga hadir beberapa anggota DPRD Tabanan, diantaranya I Wayan Lara dan I Made Dirga. Nampak juga Kepala Bapelitbang Tabanan I.B Wiratmaja, Sekretaris Dewan Tabanan I Made Sugiarta, I Wayan Tontra, Camat serta tokoh adat setempat.

(MT/MT)
  1. Budaya Tabanan
KOMENTAR ANDA