1. HOME
  2. INFO TABANAN

Bupati Eka Akui di Era Globalisasi Sulit Pertahankan Tata Kelola Persawahan

"Namun tekad Pemkab, Krama Subak dan Desa adat sangat besar dan berkomitmen mempertahankan warisan dari leluhur tersebut".

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. ©2019 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Kamis, 23 Mei 2019 11:10

Merdeka.com, Tabanan - Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengakui bahwa di era globalisasi seperti saat ini sangat sulit untuk mempertahankan dan menjaga tata kelola persawahan.

Hal itu diungkap Bupati Eka dalam pemaparan yang berkomitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan, Krama Subak, Desa Adat dan lembaga lainnya dalam melestarikan sistem Subak sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) di Kementerian Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada Selasa (21/5).

Mengingat, kata Bupati Eka bahwa generasi muda saat ini lebih tertarik dengan pekerjaan lain selain bertani. Karena bertani dianggap bukan bisnis yang begitu menguntungkan.

"Namun tekad Pemkab, Krama Subak dan Desa adat sangat besar dan berkomitmen mempertahankan warisan dari leluhur tersebut, dan tentunya juga disertai oleh dukungan penuh dari pemerintah pusat," kata Bupati Eka.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut Bupati Eka sangat berharap kontribusi dari pemerintah pusat dan semua elemen masyarakat sehingga apa yang diinginkan benar-benar bisa tercapai demi kebaikan bersama.

"Pemerintah Kabupaten Tabanan tidak dapat berjalan sendiri, kami memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Saya disini mewakili masyarakat Tabanan mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Indonesia, karena Jatiluwih adalah wajah Indonesia di mata dunia," katanya.

Dalam rapat kordinasi yang dihadiri oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Najamuddin Ramly, Deputi Bidang Kordinasi dan Kebudayaan, Nyoman Shuida dan Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari.

 

(ES/ES)
  1. Kegiatan Bupati Eka
  2. Subak
KOMENTAR ANDA