1. HOME
  2. GAYA HIDUP

Bupati Eka: Pemberantasan DBD melalui edukasi gertak PSN di masyarakat

Pencegahan dan penanggulangan demam berdarah ini tidak akan berhasil apabila hanya dilakukan oleh SKPD terkait tanpa dukungan masyarakat

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 04 Agustus 2017 12:32

Merdeka.com, Tabanan - Penyakit demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat menimbulkan kematian. Perkembangan jumlah penyakit Demam Berdarah di Kabupaten Tabanan di tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Untuk itu perlu dilakukan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya penularan demam berdarah di lingkungan salah satunya adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk. Hal tersebut disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan staf ahli bupati bidang ekonomi dan keuangan Gusti Ngurah Agung Suryana, saat membuka Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah di Lapangan Alit Saputra.

“Pencegahan penularan DBD dengan pengasapan atau foging tidak akan berjalan efektif apabila tidak diikuti pemberantasan sarang nyamuk, karena pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk masih bisa berkembang biak.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk antisipasi penulara yaitu dengan melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk minimal satu kali seminggu,” jelasnya di Bali, Jumat (4/8) tahun lalu.

Tidak hanya itu, pihaknya menjelaskan edukasi dan pencegahan dini juga dibutuhkan dalam mengantisipasi penularan demam berdarah. “Hal yang bisa dilakukan untuk megantisipasi DBD adalah upaya edukasi dan pencegahan dini penyakit demam berdarah dimulai dari pendidikan anak sekolah dan pembelajaran perilaku hidup bersih dan sehat baik di lingkungan pribadi, di lingkungan kantor, sekolah dasar, pasar dan lain sebagainya,” ujarnya.

Tidak hanya itu pencegahan dan penanggulangan demam berdarah ini tidak akan berhasil apabila hanya dilakukan oleh SKPD terkait tanpa dukungan lintas sektor dan masyarakat. “Untuk itu sekali lagi mari kita bersama-sama melakukan kembali gerakan
3 M Plus, Menutup, Menguras, dan Mendaur Ulang, plus pemberian bubuk abate atau bactivec. Marilah kita mulai di lingkungan Dangin Carik ini, yang selanjutnya dilakukan di setiap rumah masing-asing, jadilah juru pemantau jentik di rumah sendiri,”
imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan I Nyoman Suratmika mengatakan untuk mencegah merebaknya penyakit demam berdarah, di akhir tahun 2016 dan awal 2017 pihaknya melakukan berbagai kegiatan antara lain penemuan dan pelaporan penderita DBD melalui puskesmas dan RS, Gertak PSN yang dilakukan hari ini hingga fogging massal di bulan Desember mendatang.

“Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk dilakukan diseluruh Kabupaten di Tabanan. Hari ini kegiatan Gertak PSN dimulai dari Banjar Dinas Dangin Carik, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan yang selanjutnya diikuti di seluruh Banjar Dinas di wilayah kabupaten Tabanan. Fogging massal dengan Ultra Low Volume akan dilakukan Desember 2016,” ungkapnya.

Suratmika menjelaskan pemberantasan nyamuk dilakukan dengan menggunakan insektisida, abate/bactivec dan pemberantasan jentik. “Cara yang efektif mengendalikan nyamuk adalah dengan membersihkan sarang nyamuk dengan menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas ditambah dengan pemberian abate atau bactived.,” katanya .

Ditambahkan, saat ini jumlah kasus DBD di Kabupaten Tabanan terus meningkat dari tahun ke tahun. “Jumlah kasus DBD di tahun 2013 sebanyak 794 kasus, tahun 2014 sebanyak 475 kasus, tahun 2015 sebanyak 846 kasus, dan sampai dengan bulan September 2016 sebanyak 867 kasus. 3 Sebaran kasus DBD paling banyak di tahun 2015 adalah di Kecamatan Kediri sebanyak 326 kasus, Kecamatan Tabanan sebanyak 181 kasus dan Kecamatan Kerambitan 139 kasus,” imbuhnya.

(NS)
  1. Kesehatan
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata