1. HOME
  2. INFO TABANAN

Tingkatkan pelayanan kesehatan Tabanan, 320 Kader Posyandu ikut Bimtek

Wabup Sanjaya dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bimtek kader posyandu

©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 04 Agustus 2017 12:55

Merdeka.com, Tabanan - Sebanyak 320 orang kader posyandu yang tersebar di Kabupaten Tabanan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD), di Gedung Maria Tabanan. Acara Bimtek dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Hadir dalam acara
tersebut Ketua BPMD Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tabanan Putriningsih Wirna, Para SKPD terkait, camat serta para peserta bimtek kader posyandu.

Wabup Sanjaya dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bimtek kader posyandu. Menurutnya, agar sistem pelayanan kesehatan yang berbasis masyarakat dapat terlaksana secara efektif dan efisien, perlu diadakan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader. “Agar pelayanan kesehatan
masyarakat dapat berjalan dengan efektif, maka perlu diadakan bimbingan teknis seperti ini. Oleh karena itu saya ucapkan selamat datang kepada para peserta bimtek,” ujarnya.

Wabup Sanjaya mengatakan kritis multidimensi yang menimpa bangsa telah memberikan dampak negatif kepada fungsi dan kinerja posyandu yang akhirnya berdampak pula pada menurunnya status gizi dan kesehatan masyarakat. Menyikapi
kondisi tersebut, pemerintah mengeluarkan surat edaran menteri dalam negeri nomor 411.3/1116/SJ, tanggal 13 Juni 2001 tentang revitalisasi posyandu. “Revitalisasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu, salah satu strategi pemerintah untuk mencapai tujuan revitalisasi tersebut melalui bimtek bagi kader posyandu,” jelasnya.

Wabup Sanjaya dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan keprihatinan atas maraknya kasus Demam Berdarah yang terjadi di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan saat ini. Dirinya meminta kepada semua pihak untuk melakukan pencegahan sedini mungkin serta menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih. “Pencegahan dimulai dari yang terkecil yakni dari diri kita sendiri, tidak harus selalu menunggu atau mengandalkan fogging, tapi gaya hidup bersih dan sehat harus diperhatikan,” jelasnya.

Wabup Sanjaya berharap melalui penyelenggaraan bimtek diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dedikasi para kader posyandu, serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan. “Melalui bimtek ini saya harapkan dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan dedikasi para kader posyandu, sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPMD I Gusti Ngurah Supanji, dalam laporannya mengatakan tujuan diselenggarakan Bimtek tersebut adalah untuk mensosialisasikan kedudukan dan peran fungsi posyandu dalam pelayanan dasar kesehatan. “Tujuan diselenggarakannya
bimtek ini adalah untuk mensosialisasikan peran fungsi dalam pelayanan dasar masyarakat,” ujarnya.

Supanji menambahkan, salah satu yang menjadi fokus pada bimtek kali ini adalah pembekalan mengenai administrasi. Dikatakannya, saat lomba kader posyandu tahun lalu, kelemahan yang ditemukan pada kader adalah dalam hal administrasi. “Belajar dari pengalaman sebelumnya, kita lemah dalam administrasi, administrasi memang terlihat sederhana namun penting untuk diperhatikan. Kami harap dengan belajar dari kekurangan itu, tahun 2017 nanti kita bisa mendapat hasil yang lebih baik”, jelasnya.

Bimtek yang bertema “Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Posyandu Kita Tingkatkan Peran dan Fungsi Kader Posyandu Dalam Mewujudkan Tabanan Serasi” dihadiri oleh 320 orang kader posyandu yang tersebar di Kabupaten Tabanan. Bimtek tersebut menghadirkan beberapa pemateri yakni dari Dinas Kesehatan, KB, BPMD, Bagian Kesra dan pemateri lainnya.

(NS)
  1. Kesehatan
KOMENTAR ANDA
TERPOPULER
Pariwisata