1. HOME
  2. INFO TABANAN

Tabanan mantapkan kawasan Nikosake jadi ikon wisata yang fokus pada activity tourism

Untuk merealisasikannya, Bappelitbang Pemkab Tabanan menggelar FGD II untuk membahasnya.

Bappelitbang Kab Tabanan menggelar FGD kedua. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Kamis, 07 Juni 2018 13:34

Merdeka.com, Tabanan - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan gelar Focus Discussion Group (FGD) II. Dan kembali menggandeng 50 ahli di bidangnya, diantaranya perwakilan dari OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta perwakilan dari 5 Desa di Kawasan Nikosake.

Kegiatan yang dilangsungkan pada Kamis (7/6) kemarin, di Kurnia Village Restaurant, Beraban, Kediri, dibuka oleh Kepala Bappelitbang Pemkab Tabanan IB. Wiratmaja didampingi oleh Kabid Lingkungan Hidup dan SDA I Gede Alit Yasa, Komang Ayu Rustini dan Putu Sutawan, Direktur PD. Dharma Shantika I Putu Sugi Darmawan, serta Pak Farid selaku Konsultan Smart City Asia.

FGD II ini bertujuan untuk memantapkan diskusi pada FGD I pada Kamis (17/5) bulan lalu, tentang Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di Kawasan Nikosake. Mengingat Nikosake ini akan dijadikan Peraturan Daerah (Perda) maka diperlukan uji materi, perincian dan perencanaan yang matang, tegas IB. Wiratmaja.

Alumni ITN Malang, tersebut juga menjelaskan di dalam menjalankan kawasan Nikosake ini nantinya sebagai ikon Pariwisata baru yang lebih menekankan pada activity tourism. "Mari kita kembangkan kawasan ini dengan serius, tidak tertuju hanya pada obyek wisata saja. Tapi lebih menekankan kepada aktivitas masyarakat berbasis kearifan lokal," ucapnya.

Dijelaskan, agribisnis terintegrasi ini mempunyai tujuan utama mengembangkan perekonomian masyarakat di bidang pertanian. Menggerakkan ekonomi masyarakat terlebih dahulu dan setelah ekonomi berjalan otomatis pariwisata bergerak.

"Jangan sampai pariwisata nantinya merajai sedangkan ekonomi tidak berjalan. Kita jalankan ekonomi terlebih dahulu, setelah ekonomi berjalan otomotis agribisnis berbasis kearifan lokal dan pariwisata bisa terwujud", jelas Lulusan Fakultas Planologi, ITN Malang tersebut.

Dirinya berharap agar seluruh ahli yang hadir serius mengikuti FGD II ini. Karena Nikosake ini akan menjadi Peraturan Bupati (Perbup) dan bulan depan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Ditekankan juga selain serius, juga harus hati-hati dalam merencanakan apa nantinya yang akan dituangkan dalam dokumen Nikosake.

"Kalau salah kasihan Pak. Kalau berhasil, maka akan ada Nikosake yang lain dan ini menjadi percontohan. Maka dari itu kita harus cermati, fokus dan serius. Gelorakan semangat Jengah. Kalau jengahnya tidak digelorakan, maka kita akan melempem terus. Mohon fokus dulu," kata Wiratmaja menegaskan.

(MT/MT)
  1. Pemkab Tabanan
KOMENTAR ANDA