1. HOME
  2. INFO TABANAN

Bupati Tabanan Nilai Subak Cerminan Keunikan di Bali

"Karena Subak dianggap sesuatu kebudyaan orang Bali kelebihan mereka gimana menata persawahan dan mengatur air dengan irigasi dengan baik".

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. ©2019 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Selasa, 21 Mei 2019 18:30

Merdeka.com, Tabanan - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan bahwa Subak merupakan cerminan keunikan Indonesia dan Bali. Masyarakat dan petani yang ada di sana haruslah sejahtera karena subak telah menjadi warisan budaya dunia (WBD).

"Karena Subak dianggap sesuatu kebudyaan orang Bali kelebihan mereka gimana menata persawahan dan mengatur air dengan irigasi dengan baik hingga semua mendapatkan dari Subak air itu sendiri, tata kelolah persawahan yang sangat baik makanya itu yang dianggap unik dan susah untuk dipertahankan dijaman sekarang makanya Kenapa Tabanan itu bisa mempertahankan seperti itu ya terjadi di Tabanan warisan dunia," kata Eka di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (21/5).

Menurut Eka pihaknya sudah banyak menjalankan program untuk melestarikan Subak sebagai warisan budaya dunia sebagaimana diakui UNESCO. Upaya pelestarian itu juga dilakukan bersama-sama stakeholder lainnya. Karena itu, ke depan ia meminta seluruh pihak membuktikan komitmennya untuk melestarikan Subak agar tetap terjaga sebagai warisan budaya yang tidak lekang oleh waktu.

"Semua stakeholder harus komitmen, tidak hanya saya saja tapi semua yang ada didalamnya. Baik tokohnya, subak itu sendiri, masyarakat, pemerintah baik lokal maupun nasional. Karena ini image dunia, Indonesia dan Bali. Semua harus menjaga," kata Eka.

Selain itu, kata Eka fasilitas publik di sana harus dipercantik karena Subak juga telah menjadi tempat wisata. Namun pembangunan fasilitas publik di sana tidak boleh mengganggu kelestarian subak itu sendiri.

"Karena sudah WBD tentu orang pada datang. Namanya home stay, restoran perlu ditata kembali. Namanya destinasi wisata perlu sekian persen fasiilitas publik. Jangan sampai orang datang toilet aja nggak ada. Jadi diatur dalam zonasi aja," ujarnya.

Selain itu, kata eka Pemerintah Kabupaten dan kota di Bali mulai memberikan kemudahan dan bantuan kepada petani yang terhimpun dalam wadah Subak yang telah dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

"Kemudahan dan bantuan tersebut antara lain pembebasan bagi petani dalam membayar pajak bumi dan bangunan, maupun subsidi pajak 50 persen kepada petani dan jiak gagal panen diberikan asuransi,"katanya.

(ES/ES)
  1. Kegiatan Wakil Bupati Tabanan
  2. Subak
KOMENTAR ANDA