1. HOME
  2. INFO TABANAN

Peserta International Twinning Program Belajar Pengelolaan Lumpur Tinja di Tabanan

"Kami melihat kondisi dan kota-kota peserta memiliki kemiripan sehingga kita bisa belajar dan saling berbagi ilmu".

IPLT. ©2019 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Selasa, 16 April 2019 17:55

Merdeka.com, Tabanan - Kesuksesan Kabupaten Tabanan dalam mengelola lumpur tinja melalui Pembangunan Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) rupanya membuat ketertarikan beberapa negara untuk belajar. Salah satunya adalah peserta International Twinning Program on FSM (Fecal Sludge Management) yang kembali datang mengunjungi IPLT Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Jumat (25/1) untuk mempelajari aspek teknis dan manajerial dari pengelolaan lumpur tinja, serta bertukar pikiran.

Kedatangan 24 peserta yang berasal dari India, Nepal dan Bangladesh tersebut diterima oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan Wayan Sudarya. Turut hadir Kepala UPT Pengolahan Sampah Lumpur dan Tinja Ni Luh Sukartini, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Tabanan Anom Dwi Paramita serta OPD terkait Tabanan.

Koordinator Indonesia untuk International Twinning Program, Bapak Rudy Yuwono, yang saat itu didampingi Perwakilan Bill & Melinda Gates Foundation Michael McWhitter yang merupakan pendana program Twinning, mengungkapkan kedatangan pihaknya beserta para peserta adalah untuk mempelajari aspek teknis dan aspek manajerial dari FSM di Kabupaten Tabanan.

"Untuk diketahui, program International Twinning bertujuan untuk mengembangkan hubungan antar kota-kota di Asia dengan kota-kota di Indonesia, yang mana di Indonesia kami memilih Tabanan. Kami juga sudah melakukan kunjungan sebelumnya, yakni pada awal Oktober lalu. Kami melihat kondisi dan kota-kota peserta memiliki kemiripan sehingga kita bisa belajar dan saling berbagi ilmu," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wayan Sudarya, mengungkapkan dalam pembangunan di bidang sanitasi, cakupan akses jamban sehat di Kabupaten Tabanan telah mencapai 97,54% sampai dengan pertengahan Januari 2019 dengan kondisi 18 desa sudah dideklarasikan sebagai Desa ODF atau Desa Open Defecation Free.

"Selain itu pelayanan sanitasi khususnya untuk sektro air limbah di Kabupaten Tabanan dipenuhi melalui penyediaan jamban sehat, ipal komunal sebanyak 60 unit,"katanya.

(ES/ES)
  1. Pemkab Tabanan
KOMENTAR ANDA